Suatu ketika
terdudukku memandang ombak
kasar berbicara, tidak seperti biasa
gentar mencari dimana salah
tersentak disapa lagi
lebih kasar dan menyinga
rupanya geram menegur alpa
alpa ku merobek salah diri
Bangkit kaki berjalan
makin galak melangkah
aku perlu berlari
tinggalkan luka walau pahit masih berbisa
aku masih berTuhan
dan Allah ada penawar
Coretan Ikhlas: Haslinda
pencinta jiwa-jiwa yang kuat

No comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.